song

https://soundcloud.com/the-world-red-army/glory-glory-man-united

Senin, 25 Mei 2015

IPA : First Generation at SMA Al-Azhar Prigen

Tahun 2010 adalah awal adanya generasi pertama, atau kelas IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) perdana di SMA Al-Azhar Prigen.
Dan lulusan 2012 adalah alumni IPA pertama di SMA Al-Azhar Prigen.
meskipun pertama kali dibuka kelas IPA, tapi ngga sembarangan orang lho bisa masuk kelas IPA. ada seleksi-seleksi yang harus di ikuti oleh semua siswa kelas X.

dan akhirnya loloslah 21 nama Generasi Pertama kelas IPA.
di antaranya :
1. Ernawati
2. Dewi Eka S
3. Roichatus Sholichah
4. Selvia Alifasadi
5. Yanti Fidia F
6. Novia Diana P
7. Citra Romida
8. Lailatul Sholikhah
9. Mochammad Syamsudin N
10. Wahyudi Dwi S
11. Sela Nufita S
12. Ninik Irma W
13. Ririn Cahyati D.A
14. Nurul Susilowati
15. Yulia Erna P
16. Andri Wahyuni
17. Nurul Hamidah
18. Putri Eka S
19. Jefri Ruri C.A
20. Tariono
21. Slamet Rudianto

XII-A First Generation

Lab IPA

Foto diambil setelah praktikum kimia


Kamis, 21 Mei 2015

Air Terjun Madakaripura, Probolinggo

Maret – 2015
Harus jalan kaki dulu kurang lebih 2,5 km, tapi kalo udah nyampe tempatnya, dijamin ngga bakalan kecewa J
Siap basah-basahan disini. Kalo udah masuk wilayah air terjunnya, ga bakalan bisa bedain cuaca di luar hujan atau cerah. Karena disini hanya terdengar gemericik air, dan jatuhan air dimana-mana. Emank sih ada yang jual jas hujan, banyak malah. Tapi basah-basahan lebih seru guys. Sensasinya luar biasa, adem rasanya :v
Saran ya, kalo kesini jangan saat musim hujan, karena ngga bakal bisa nyampe pusat air terjunnya, dihalang-halangi petugas gitu deh. Katanya takut ada banjir bandang.








Rabu, 20 Mei 2015

6 Pelajaran Hidup Berharga Dari Mereka Yang Sedang Sakit Kronis

Repost from : www.vemale.com
Untuk motivasi nih :)

Vemale.com - Jika saat ini Anda sedang menikmati tubuh yang sehat dan tidak memerlukan bantuan obat untuk bertahan hidup, bersyukurlah. Ada banyak orang di luar sana yang tidak henti-hentinya berdoa untuk memiliki tubuh yang sehat. Ada banyak orang yang saat ini sedang berjuang untuk tetap hidup dan menghadapi penyakit kronis di tubuh mereka. Mereka pantang menyerah dan yakin bahwa Tuhan punya rencana terbaik untuk mereka.
Walaupun dalam kondisi tubuh lemah, orang-orang yang sedang menghadapi penyakit kronis memiliki banyak hal yang bisa dibagi pada orang lain. Keteguhan hati mereka dan keikhlasan untuk terus berjuang membuat mereka kuat di balik tubuh yang sedang sakit. Di balik rasa nyeri dan terapi yang harus dilakukan, inilah beberapa kebaikan hidup yang mereka bagi untuk Anda.

Vemale.com - Bagi anak muda, cinta sejati sering hanya diartikan sebagai "aku cinta kamu, aku cinta aku," tetapi bagi mereka yang sedang menjalani kondisi kritis, di sinilah ujian cinta yang sesungguhnya. Mudah saja bagi pasangan untuk meninggalkan mereka, karena apa yang bisa diharapkan dari orang sakit? Tidak banyak orang mampu mendampingi dan memberi dukungan pada pasangan yang sedang sakit, padahal banyak penelitian membuktikan bahwa kekuatan cinta yang diterima oleh pasien kronis jauh lebih bermakna ketimbang obat-obatan.
"Ketika anak Anda memberikan pelukan setelah terapi, ketika mereka memberi semangat untuk sembuh, maka di saat itulah saya tahu bahwa saya dicintai, dalam sehat dan sakit," ujar seorang wanita yang memiliki kanker payudara. "Ketika suami saya berada di luar ruang operasi dan membisikkan 'Kamu akan baik-baik saja, aku mencintaimu,' di situlah saya mengerti arti dari cinta sejati yang sesungguhnya,"

Vemale.com - Seringkali kita menilai orang dari fisiknya, melihat orang lain terbungkuk-bungkuk dan menangis saat meminta-minta langsung menaruh iba, padahal sebagian pengemis melakukan kebohongan. Namun lihatlah para orang tua yang sedang duduk menunggu bus di sebuah halte. Di tampak kuat dan sehat, padahal dia sedang mengalami gangguan kesehatan kronis dan sedang dalam perjalanan ke rumah sakit memakai bus.
Maka berbuat baiklah pada semua orang. Manusia pada dasarnya akan menyembunyikan rasa sakit mereka dan berusaha kuat di depan orang lain. Mungkin penampilannya baik dan tampak sehat, namun Anda tidak akan pernah tahu bahwa orang itu sedang memiliki penyakit kronis. Maka selalu ingat untuk memperlakukan orang lain dengan baik.

Vemale.com - Saat dokter memberi vonis, "Usia Anda diperkirakan tinggal sekian bulan lagi," apa yang akan Anda lakukan? Banyak orang sudah berada di masa ini, dan mereka sadar bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga. Tuhan memberikan waktu yang sama untuk setiap orang, 24 jam. Dari waktu tersebut, akan Anda gunakan untuk hal yang bermanfaat atau hanya lewat sebagai 'sampah', tergantung dari mereka yang memanfaatkannya.
Terbayang tidak saat Anda sedang berfoya-foya dan menghamburkan uang, ada banyak orang sedang menunggu antrian di rumah sakit, ada yang sedang menunggu datangnya donor organ tubuh yang mereka butuhkan, bahkan ada yang sudah menyerah dan menunggu hingga Tuhan memanggil mereka. Menunggu adalah hal yang sangat melelahkan, maka di sinilah begitu terasa betapa berharganya waktu yang Anda miliki. Renungkan hal ini dan masihkah Anda membuang-buang waktu untuk hal yang tidak perlu dan merusak diri sendiri?

Vemale.com - Ingatkah Anda saat ibu atau ayah menyarankan, "Sering-sering bergaul dengan tetangga, jika terjadi apa-apa, merekalah yang akan menyelamatkan kamu terlebih dahulu, bukan teman kamu yang setiap hari BBM-an dari luar kota," Pendapat tersebut dibenarkan oleh mereka yang membutuhkan bantuan dari orang-orang di sekitar mereka.
Ada banyak kisah dari mereka yang harus tinggal di rumah sakit sedangkan saudara mereka sangat jauh bahkan sudah tidak punya saudara. Mau tidak mau, mereka harus menitipkan anak-anak mereka di tetangga dekat rumah. Jika Anda tidak dekat dengan tetangga dan mengalami masalah kesehatan kronis, bayangkan hal ini. Maka tak ada salahnya mulai bersosialisasi. Anda tidak akan pernah tahu kapan membutuhkan mereka di saat terdesak.

Vemale.com - Saat sehat seperti sekarang, pernahkah Anda berhenti di pinggir jalan sepulang kerja atau kuliah untuk menatap langit sore? Seringkali manusia terburu-buru dengan hidupnya, sering merasa tak punya waktu dan capek, sehingga melupakan hal-hal menakjubkan di sekitarnya. Manusia cenderung merasa luar biasa jika merasa mampu liburan atau berkunjung ke tempat-tempat tertentu.
Bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan, kadang hal kecil seperti menatap langit sore bisa menjadi hal yang luar biasa. Melihat awan putih dengan gradasi langit warna biru dan jingga. Ada kebahagiaan saat melihat bunga-bunga liar tumbuh warna-warni di pinggir jalan rumah sakit. Menyadari bahwa menatap anak-anak yang bermain bisa menimbulkan kebahagiaan. Dan masih banyak hal-hal kecil yang tidak diperhatikan saat sehat, menjadi hal yang luar biasa. Semua hal di sekitar menjadi indah.


Vemale.com - Ada waktunya seseorang yang sakit kronis tak berdaya, putus asa, bahkan menyalahkan Tuhan atas kondisinya. Namun sebagian dari mereka akan berada di tahap bersyukur, bahwa apa yang mereka alami adalah bagian dari rencana-Nya. Mereka sering menyampaikan pada orang-orang yang masih sehat, "Bersyukurlah kamu masih bisa berkumpul dengan keluarga, masih bisa berlari dan memiliki tubuh yang sehat. Syukurilah karena kesehatan adalah hal yang luar biasa,"
Mereka yang sedang sakit selalu bersyukur setiap kali terbangun dengan kondisi yang baik. Mereka berterima kasih pada tim dokter dan perawat yang selalu membantu mereka.
Bagi Anda yang sehat, bersyukurlah pada apapun yang Anda miliki saat ini, sekecil apapun. Syukuri makanan yang Anda nikmati, syukuri tempat tinggal Anda, syukuri orang-orang yang mencintai Anda. Bersyukurlah Anda sehat dan bisa memberikan cinta yang banyak pada orang yang mencintai Anda. Bersyukurlah karena Anda masih bernapas.

Drrrtttt....

Drrrt… drrrtttt… dering telephone itu membuyarkan lamunanku.

“ Hallo… “ jawabku

Namun di seberang sana yang ku dengar hanya suara lirih. Rintikan air hujan yang mulai berjatuhan membasahi bumi, membuat suara itu semakin hilang di terpa hujan. Dan akhirnya hanya terdengar suara tut…tut…tut…

“ ahh biarlah, paling-paling hanya orang iseng aja “ ucapku meremehkan.

Aku mulai berjalan menyusuri trotoar kota, hingga akhirnya sebuah café di ujung jalan menarik perhatianku. Sebuah lukisan seorang wanita yang ada di dalam café itu dan terlihat dari luar kaca jendela café. Aku terpesona, jatuh cinta pada pandangan pertama, dan penasaran akan lukisan itu. Akhirnya kuputuskan untuk memasuki café. Sepi, sunyi, tak ada seorang pun di dalam. Bahkan bar tidak ada satupun yang menjaga.

“ Permisi…” teriakku, namun tetap tak ada sepatah katapun yang menjawab sapaanku. Sejenak setelah mencari-cari seseorang yang ada di café, mataku tertuju lagi pada lukisan itu. Kudekati lukisan itu dan ku liat dalam-dalam, air mataku menetes sejadi-jadinya, ntah apa yang ada dalam lukisan itu, yang pasti lukisan itu telah membuatku benar-benar menyesali hidupku. Seperti hipnotis rasanya, namun itu hanya sebuah lukisan, yaaa HANYA lukisan.

Setelah kutenangkan diriku, ku lanjutkan perjalananku menusuri kota yang sudah basah karna air hujan ini. Namun saat ku baru melangkahkan kakiku, Bruakk. Kecelakaan terjadi tepat di depan café. darah… ya aku paling ngga bisa melihat darah, dan setelahnya aku gatau apa yang terjadi.

Aku membuka mataku perlahan, buram rasanya, aku ngga bisa melihat dengan jelas. Kulihat sekeliling, ku jelajahi semua benda yang ada di sekitarku, hingga akhirnya mataku tertuju pada selang infuse yang menempel pada tangan kiriku. Hal itu membuatku sadar bahwa aku sekarang lagi terbaring di rumah sakit. Tak ada seorangpun yang menemaniku disini, mungkin inila nasib seorang perantau. Ku melamun sejenak, lagi-lagi rasa bersalah itu memenuhi pikiranku. Dan ntah apa yang terjadi, suara bergemuruh terdengar telingaku, “ pulanglah…pulanglah… sebelum kamu semakin menyesal. Pulanglah…pulanglah…”

Setelah mendengar suara itu, mendadak sakit telinga ini, sakit sesakit-sakitnya, aku ngga kuat menahannya, hingga akhirnya hanya ruang gelap yang ku lihat. Dini…dini…dini… suara itu terdengar tepat di belakangku, namun ketika ku berusaha meraih seseorang yang memanggil ku itu, seseorang itu semakin menjauh jauh dan jauh. Aku lelah, aku ngga bisa bertahan lagi, aku terjatuh dan akhirnya merebahkan diri di tanah yang sangat luar biasa panasnya. Tak seorangpun yang ada di sini. Tak ada air, tak ada cahaya, seperti sebuah malapetaka. Oh Tuhan… apa salahku.

to be continue...